Tuesday, December 6, 2016

Biografi Presiden Soekarno

Biografi Presiden Soekarno
Profil atau Biografi Presiden Soekarno sang ProklamatorMungkin sampai sekarang beliau adalah tokoh yang paling banyak dikagumi orang di Indonesia. banyak orang yang mencari mengenai perjalanan hidup, profil atau biografi singkat mengenai Soekarno. Dikenal sebagai Presiden pertama Republik Indonesia, beliau lebih akrab di panggil Bung Karno ini berasal dari Blitar, dia merupakan pahlawan Proklamasi bersama dengan Mohammad Hatta. Presiden Soekarno sangat disegani oleh para pemimpin negara-negara di dunia pada waktu itu. Soekarno dilahirkan di Surabaya tepatnya pada tanggal 6 Juni 1901 dengan nama asli bernama Koesno Sosrodihardjo, karena sering sakit yang mungkin disebabkan karena namanya tidak sesuai maka ia kemudian berganti nama menjadi Soekarno. Ayah beliau bernama Raden Soekemi Sosrodihardjon dan ibu bernama Ida Ayu Nyoman Rai. Ketika hidup, Presiden Pertama Indonesia ini diketahui memiliki tiga orang istri dimana masing-masing istrinya memberinya keturunan. Istrinya yang pertama yang bernamafatmawati memberinya lima orang anak yakni Megawati, Sukmawati, Rachmawati, Guntur dan Guruh, kemudian dari istrinya yang lain yang bernama Hartini memberinya dua orang anak yaitu Taufan dan juga Bayu.

Kehidupan Presiden Soekarno
Istri yang lain dari Presiden Soekarno merupakan wanita keturunan Jepang yang bernama Naoko Nemoto dimana ia kemudian berganti nama menjadi Ratna Sari Dewi, dari pernikahannya dengan Naoko Nemoto atau Ratna Sari Dewi, Presiden Soekarno dikarunia seorang anak yang bernama Kartika. Mengenai kisah hidup Presiden Soekarno, semasa kecilnya ia tidak tinggal bersama dengan orang tuanya yang berada di Blitar. Sejak SD hingga ia kemudian lulus sekolah ia tinggal atau indekos di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto di Surabaya, dimana Haji Oemar Said Tokroaminoto ini merupakan pendiri dari Serikat Islan (SI). Setelah lulus, Soekarno kemudian melanjutkan pendidikannya di Hoogere Burger School atau HBS. Disana ia mendapat banyak ilmu atau pengetahuan dan jiwa nasionalismenya akan bangsa Indonesia menjadi sangat besar. 

Pada tahun 1920 setelah lulus dari Hoogere Burger School atau HBS, Soekarno muda kemudian masuk ke Technische Hoogeschool (THS), sekolah inilah yang kemudian berubah nama menjadi ITB sampai sekarang ini. Soekarno belajar disana selama enam tahun dimana ia kemudian mendapatkan gelar Insinyur (Ir) pada tanggal 25 Mei. Setelah lulus, Soekarno kemudian mendirikan Partai Nasional Indonesia pada tanggal 4 Juli 1927 dan kemudian mulai mengamalkan ajaran Marhaenisme. Tujuan dari pembentukan partai Nasional Indonesia adalah agar bangsa Indonesia bisa merdeka dan terlepas dari Jajahan Belanda. 

Soekarno Dipenjara Oleh Pemerintah Kolonial
Dari keberaniannya ini kemudian pemerintah kolonial Belanda menangkapnya dan kemudian memasukkannya ke penjara Suka Miskin. Dalam penjara ini kebutuhan hidupnya semua berasal dari istrinya. Inggit yang juga dibantu oleh kakak ipranya bernama Sukarmini sering membawakan makanan kepada Soekarno di penjara Suka Miskin, hal itulah yang kemudian membuat pengawasan di penjara Suka Miskin makin diperketat. 

Menurut Biografi Presiden Soekarno dari beberapa sumber, ia dikenal belanda sebagai seorang tahanan yang mampu menghasut orang lain agar berpikir untuk merdeka sehingga ia kemudian dianggap cukup berbahaya. Beliau kemudian diisolasi dengan tahanan elit tujuannya agar tidak bisa mendapatkan informasi yang berasal dari luar penjara. Tahanan elit ini sebagian besar merupakan warga Belanda yang mempunyai kasus seperti penggelapan, korupsi dan juga penyelewengan, inilah yang menjadi tujuan Belanda agar topik pembicaraan mengenai bagaimana caranya untuk memerdekakan Indonesia tidak sesuai karena rata-rata tahanan elit yang bersama Soekarno adalah orang Belanda. topik yang biasa ia dengar sama sekali tidak penting seperti soal makanan dalam penjara dan juga cuaca. Selama berbulan-bulan di Suka Miskin menngakibatkan Soekarno putus komunikasi dengan teman-teman seperjuangannya, namun itu bukanlah hal yang sulit baginya untuk mendapatkan informasi dari luar. 

Akhirnya Soekarno menemukan ide baru, dimana ia menggunakan telur sebagai media untuk berkomunikasi dengan istrinya. Jika teman Soekarno mengalami musibah atau mendapat kabar buruk maka telur yang dibawa oleh istrinya adalah telur asin, itupun beliau hanya dapat menduga-duga sebab ia tidak tahu secara pasti apa yang terjadi diluar sana. Untuk berbicara dengan Inggit, Soekarno diawasi secara ketat dan juga barang bawaan yang dibawa oleh inggit dari luar penjara selalu diperiksa secara teliti.
Biografi Presiden Soekarno

Kemudian Soekarno dan inggit akhirnya menemukan cara yang dianggapnya paling mudah dalam berkomunikasi agar tidak diketahui oleh Belanda yakni dengan media yang sama sebelumnya yaitu Telur dimana cara yang digunakan sedikit berbeda yaitu dengan menusuk jarum ke telur. Jika satu tusukan pada telur berarti kabar baik, jika tusukan sebanyak dua kali pada telur artinya seorang teman Soekarno tertangkap namun jika terdapat tiga tusukan berarti aktivis kemerdekaan yang ditangkap cukup besar.

Presiden Soekarno dibebaskan dari penjara Suka Miskin pada bulan desember 1931 dimana ia dipenjara pada tahun 1929. Selama berada dipenjara, orag tuanya tidak pernah sekalipun mengunjungi Soekarno alasannya adalah orang tua Soekarno tidak sanggup melihat Soekarno dipenjara, Ia kurus dan hitam selama berada di penjara karena itulah yang menurut ibu Wardoyo sehingga orang tua soekarno tidak mau menjenguk Soekarno. Agar orang tuanya tidak panik Soekarno sering beralasan bahwa ia sering bekerja dibawah teriknya sinar matahari sehingga kulit-kulitnya menghitam selain itu dalam penjara ia ingin memanaskan tulang-tulangnya karena dalam penjara, ruangannya sangat gelap, lembab dan juga dingin karena sinar matahari tidak ada.

Soekarno dan Pembelaan "Indonesia Menggugat"
Kasusnya disidangkan oleh Belanda ketika sudah delapan bulan berlalu. Soekarno dalam pembelaanya membuat judul bernama "Indonesia Menggugat" dimana ia mengungkapkan bahwa bangsa Belanda sebagai bangsa yang serakah yang telah menindas dan merampas kemerdekaan Bangsa Indonesia. Dari pembelaannya itu kemudian sehingga membuat Belanda semakin marah sehingga PNI bentukan Soekarno dibubarkan pada bulan Juli 1930. Setelah keluar dai penjara, ia kemudian bergabung dengan Partindo karena ia sudah tidak memiliki partai lagi dimana ia kemudian didaulat sebagai pemimpin Partindo namun ia kembali ditangkap oleh Belanda dan kemudian diasingkan ke Flores dan empat tahun kemudian ia dibuang ke Bengkulu, setelah itu kemudian Soekarno bertemu dengan Mohammad Hatta yang akan menjadi teman seperjuangannya yang kemudian keduanya akan memproklamasikan Kemerdekaan bangsa Indonesia.

Memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia dan Menjadi Presiden Pertama Indonesia
Pada tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno dan Juga Moh Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Jepang dimana pada tanggal tersebut juga diperingati sebagai Hari kemerdekaan bangsa Indonesia dimana pancasila kemudian dibentuk oleh Soekarno sebagai dasar dari negara Indonesia. Proklamasi kemerdekaan inilah yang kemudian membawa Ir. Soekarno bersama dengan Mohammad Hatta diangkat sebagai Presiden dan Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia dalam sejarah bangsa Indonesia.

Diluar sosoknya sebagai Bapak bangsa Indonesia, tidak banyak yang tahu jika Soekarno pernah menikah sebanyak sembilan kali, kharisma yang luar biasa dimiliki oleh Soekarno melalui penuturan orang-orang yang dekat dengannya, itulah mengapa wanita-wanita cantik dapat dengan mudah terpikat dengannya dan dijadikan isterinya. Beliau tertarik dengan wanita yang sederhana dan juga berpakaian sopan.

Istrinya yaitu Fatmawati pernah bertanya pada presiden Soekarno mengenai wanita yang berpenampilan seksi namun beliau menjawab bahwa wanita dengan penampilan yang sopan dan sederhana dan juga tampil apa adanya lebih menarik untuk disukai sebab kecantikan seorang wanita terlihat dari keaslian atau kesederhanaannya. Soekarno tak menyukai wanita yang berpenampilan seksi seperti memakai rok pendek yang ketat dan memakai lipstik seperti orang yang modern pada umumnya, percaya atau tidak artis Amerika Marylin Monroe sangat menyukai kharisma dari seorang Presiden Soekarno.


Presiden Soekarno dan Ibu fatmawati
Soekarno bersama Fatmawati
Wanita idaman Soekarno yaitu
wanita yang setia, konservatif dan juga bisa menjaganya. Beliau sangat senang ketika wanita itu bisa melayaninya dan menjaganya, Pandangannya tentang wanita-wanita Amerika yang menyuruh suaminya mencuci piring membuat fatmawati menjadi terkesima dan juga terpesona akan kesederhanaan dari seorang Soekarno sehingga fatmawati rela menemaninya hingga akhir hayatnya.

Pada tahun 1960an pergolakan politik yang amat hebat terjadi di Indonesia, penyebab utamanya adalah adanya pemberontakan besar oleh PKI (Partai Komunis Indonesia) yang dikenal dengan sebutan G30-S/PKI dimana dari peristiwa ini kemudian membuat pemerintahan Presiden Soekarno dan juga orde lama berakhir ditandai dengan adanya "Supersemar" atau Surat Perintah Sebelas Maret ditahun 1966 yang berisi himbauan dari Soekarno ke Soeharto agar bisa mengendalikan Keamanan dan juga ketertiban negara yang ketika itu sedang kacau dan menjadikan Soeharto sebagai Presiden yang baru bagi bangsa Indonesia.

Akhir Jabatan Sebagai Presiden
Setelah jabatannya sebagai Presiden berakhir, ia kemudian banyak menghabiskan waktunya di istana Bogor, lama-kelamaan kesehatannya terus menerus menurun sehingga ia mendapat perawatan oleh tim dokter kepresidenan hingga tepatnya pada tanggal 21 Juni 1970 Presiden Soekarno atau Bung Karno menghembuskan nafas terakhirnya di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Kepergian sang Proklamator sekaligus Bapak Bangsa Indonesia ke pangkuan Yang Maha Kuasa menyisakan luka yang dalam bagi rakyat Indonesia pada waktu itu. Jenazah dari bung Karno kemudian dibawa di Wisma Yaso, Jakarta setelah itu jenazahnya kemudian dibawa ke Blitar, Jawa Timur untuk dikebumikan dekat dengan makam ibunya Ida Ayu Nyoman Rai.  Gelar "Pahlawan Proklamasi" diberikan oleh pemerintah karena jasa-jasanya kepada bangsa Indonesia. Kisah perjuangan Bung Karno kemudian diangkat ke dalam layar lebar yang berjudul "Soekarno : Indonesia Merdeka" yang digarap oleh sutradara terkenal Hanung Bramantio dimana Ario Bayu berperan sebagai Tokoh Soekarno, Inggit yang diperankan oleh Maudy Koesnaedi dan Fatmawati yang diperankan oleh Tika Bravani.


Thursday, August 28, 2014

Jasa Besar Soekarno Menemukan Makam Imam Bukhari

Kepemimpinan Soekarno pada masa revolusi diakui banyak orang di seluruh dunia. Gema itu sampai ke Rusia, salah satu masjid terindah di eropa kala itu, di St Petersburg menjadi saksinya. Masjid yang didominasi warna biru ini bernama masjid Jamul Muslimin, dikenal Indonesia sebagai Blue Mosque atau Masjid Biru. Masjid yang dikenal juga dengan nama Central Mosque masih berdiri gagah hingga kini tak jauh dari sungai Neva dan Benteng Peter & Paul. Masjid bergaya Asia tengah dengan kubah berwarna biru ini, merupakan masjid terbesar di Petersburg, kota terbesar Rusia setelah moskow. Hanya ada 4 masjid di kota itu, hingga kini masjid ini masih digunakan sebagai tempat ibadah. Menilik jauh kebelakang, pada tahun 1950-an, masjid ini dulunay dijadikan gudang oleh pemerintah Rusia, kala itu mash era kepemimpinan komunis. Semua tempat ibadah baik gereja maupun masjid tidak boleh digunakan untuk ibadah. Soekarno diyakini punya andil besar terhadap masjid ini, pengeruh dan kehebatanya dalam berdiplomasi membuat masjid ini difungsikan kembali sebagai tempat ibada kaum Muslim. Kisahnya, pada tahun 1956 Soekarno ditemani putrinya, Megawati melakukan kunjunagn kenegaraan ke Moskow, Rusia. Di tengah lawatan itu, Soekarno ingin singgah ke St. Petersburg, kala itu masih bernama Leningrad. Kota ini terkenal dengan keindahan arsitekturnya, bagaikan Paris dan memiliki sungai Neva yang indah. Saat melintas di jembatan kota Trinity Bridge yang melintasi sungai Neva, pandangan Soekarno tertuju ke sebuah bangunan berkubah biru. Gedung itu memiliki menara yang tinggi, Ia menduga, bahwa bangunan itu adalah masjid. Ia pun meminta kepada tentara Rusia yang mengawalnya agar bisa mampir ke gedung itu. Namun para pengawal yang ditugasi untuk mengawal Soekarno tidak mengijinkanya. Sesampainya di hotel, Soekarno masih penasaran, diam-diam ia kembali menuju gedung berkubah biru yang dibangaun tahun 1900-an itu. Sesampainya di sana, benar ternyata itu adalah masjid tapi sayang, Ia mendapati masjid itu difungsikan sebagai sebuah gudang. Sebagai seorang Muslim, Soekarno prihatin dengan keadaan ini hingga ia meminta jadwal kunjungan lainnya di Leningrad dibatalkan. Saat bertemu pemimpin Rusia dan ditanya kesannya tentang kota Leningrad, Soekarno langsung menyinggung tentang masjid berkubah biru itu. Soekarno meminta dengan halus dan diplomatis agar masjid itu difungsikan kemabali sebagai tempat ibadah. Setibanya di Indonesia, beberapa hari kemudian ada utusan dari Moskow ke Leningrad dan meminta walikota Leningrad untuk membuka kembali masjid sebagai tempat ibadah. “Cerita ini saya dapatkan langsung dari mufti di Petersburg yang pada tahun 1956 menyaksikan kunjungan Soekarno ke masjid itu,” tutur Kapen Sosbud KBRI Rusia, Aji Surya, seperti dilansir di mizan.com. Sejarah Masjid St. Petersburg Masjid Saint Petersburg dibangun tahun 1913 di pusat kota Saint Petersburg yang kala itu masih menjadi ibukota kekaisaran Rusia. Dibangun atas izin dari Tsar Rusia, Nicholas II, pendirian masjid ini dilakukan untuk memperingati 25 tahun kekuasaan Abdul Ahat Khan, Emir Turkistan di Bukhara. Rencana pembangunan masjid sudah digagas oleh komunitas muslim Saint Petersburg sejak tahun 1880. Namun izin pendirian baru keluar di tahun 1906. Lokasinya yang berada tepat di seberang benteng Peter & Paul ditentang oleh banyak pihak, namun penentangan itu mereda setelah Tsar Nicholas II memberikan izin bagi pembelian lahan dan pendirian masjid di lokasi tersebut pada tanggal 3 Juli 1907. Pengumpulan dana untuk pembangunan masjid itu memakan waktu selama 10 tahun hingga terkumpul sebesar 750 ribu rubbels. Beberapa sponsor kaya, Ahun Ataulla Bayazitov menjadi ketua komite pembangunan masid. Sementara pembelian lokasi, berikut biaya pembangunan seluruhnya dibayar oleh Said Abdoul Ahad Amir Buharskiy Emir dari Bokara. Kontes desain arsitektur masjid yang diselenggarakan oleh komite pembangunan masjid dimenangkan oleh arsitek Nikolai Vasilyev, Stepan Krichinskiy dan Alexander von Gogen. Keiganya adalah arsitek non muslim. Peletakan batu pertama dilaksanakan pada tanggal 3 Februari 1910 dihadiri oleh pemerintah, tokoh tokoh agama dan tokoh masyarakat, termasuk Amir Buharskiy, Hrusin Novikov, duta besar Turki dan Persia, Mufti Orenburg Sultanov, pimpinan partai Islam di Gos Duma Tevkelev dan ketua komite pembangunan sekaligus inisiator pembangunan masjid, Ahun Ataulla Bayazitov. Hingga kini, Masjid ini menjadi tempat favorit untuk beribadah bagi umat Muslim di Petersburg. Bahkan, kalau Jumat, masjid ini dipenuh jamaah hingga berdesak-desakan. Masjid ini memiliki lahan parkir yang luas dengantempat wudhu terpisah dengan masjid, berjarak sekitar 10 meter. Bagian dalam masjid ini sangat indah, dengan berbagai ornamen yang menarik.

Read more at http://uniqpost.com/79489/masjid-st-petersburg-saksi-jejak-soekarno-di-rusia/

Sumber foto
 
 
 
 
Kompleks makam Imam Bukhari yang megah terlihat laksana istana raja. Tapi pernahkah kita membayangkan bahwa kemegahan kompleks ini karena jasa Presiden Soekarno?
Menurut cerita, tahun 1961 pemimpin tertinggi Partai Komunis Uni Soviet sekaligus penguasa tertinggi Uni Soviet, Nikita Sergeyevich Khrushchev mengundang Bung Karno ke Moskow. Khrushchev hendak menunjukkan pada Amerika bahwa Indonesia berdiri di belakang Uni Soviet.
Bung Karno tidak mau begitu saja datang ke Moskow. Ia tidak ingin Indonesia terjebak dalam dua kekuatan negara-negara super power yaitu Uni Soviet dan AS. Bila ini terjadi yang paling rugi dan menderita adalah rakyat Indonesia. Soekarno tidak mau membawa Indonesia ke dalam situasi yang tidak menguntungkan itu. 
Lalu ia mengajukan syarat, kira-kira begini kata Bung Karno, "Saya mau datang ke Moskow dengan satu syarat mutlak yang harus dipenuhi. Tidak boleh tidak."
Khrushchev balik bertanya, "Apa syarat yang Paduka Presiden ajukan?"
Bung Karno menjawab, "Temukan makam Imam Al Bukhari. Saya sangat ingin menziarahinya."
Jelas saja Khrushchev terheran-heran. Siapa lagi ini Imam Al Bukhari. Dasar orang Indonesia, ada-ada saja. Mungkin begitu sungutnya dalam hati. Tidak mau membuang waktu, Khrushchev segera memerintahkan pasukan elitnya untuk menemukan makam dimaksud. Entah berapa lama waktu yang dihabiskan anak buah Khrushchev untuk menemukan makam itu, yang jelas hasilnya nihil.
Khrushchev kembali menghubungi Bung Karno, "Maaf Paduka Presiden, kami tidak berhasil menemukan makam orang yang Paduka cari. Apa Anda berkenan mengganti syarat Anda?"
Bung Karno tersenyum sinis. "Kalau tidak ditemukan, ya udah, saya lebih baik tidak usah datang ke negara Anda."
Kalimat singkat Bung Karno ini membuat kuping Khrushchev panas memerah. Khrushchev balik kanan, memerintahkan orang-orang nomor satunya langsung menangani masalah ini.
Akhirnya setelah mengumpulkan informasi dari orang-orang tua Muslim di sekitar Samarkand, anak buah Khrushchev akhirnya menemukan makam Imam kelahiran Bukhara tahun 810 Masehi itu. Makamnya dalam kondisi rusak tak terawat. Imam Al Bukhari yang memiliki pengaruh besar bagi umat Islam di Indonesia itu dimakamkan di Samarkand tahun 870 M.
Presiden Soekarno meminta pemerintah Uni Soviet agar segera memperbaikinya. Ia bahkan sempat menawarkan agar makam dipindahkan ke Indonesia apabila Uni Soviet tidak mampu merawat dan menjaga makam tersebut. Emas seberat makam Imam Bukhari akan diberikan sebagai gantinya.
Khrushchev memerintahkan agar makam itu dibersihkan dan dipugar secantik mungkin. Selesai renovasi, Khrushchev menghubungi Bung Karno kembali. Intinya, misi pencarian makam Imam Al Bukhari berhasil.
Dan akhirnya Soekarno ke Moskow dan singgah ke Kota Samarkand tempat Imam Bukhari dimakamkan.
Begitulah kira-kira cerita yang penulis dapatkan di website tentang penemuan makam Imam Bukhari berkat jasa Presiden Soekarno, maka tidak heran jika kita ke sana, dan ketika menyebutkan nama Indonesia, masyarakat yang sudah tua akan berkata, "Soekarno". 
Memasuki Makam
Alhamdulillah setelah salat Dzhuhur berjamaah di Masjid Imam Bukhari, kami berkesempatan menziarahi makam beliau. Makam aslinya Imam Bukahri ada di bawah, namun replika makam dibuat di atas. Banyak orang yang menziarahi makam ini, mereka duduk di tempat yang telah disediakan beberapa orang alim tampak memimpin membacakan doa. Dan yang menarik beberapa calon pengantin juga hadir ke makam ini untuk meminta doa, sayangnya pakaian para pengantin ini hanya slayer tanpa tutup kepala bagi para wanitanya.
Bila orang Samarkhand sendiri tidak bisa langsung berziarah ke makam Imam Bukhari yang asli, tidak dengan kami. Karena kami mengatakan bahwa kami orang Indonesia akhirnya pemegang kunci makam bersedia membukakan makam tersebut. Di sinilah kami berdoa kepada Allah. Sungguh pengalaman spritual yang tidak mungkin kami lupakan. Sayangnya memang pemegang kunci makam melarang kami untuk berfoto di makam tersebut. Hanya boleh berfoto di luar makam.
Imam Bukhari adalah ahli hadits yang termasyhur diantara para ahli hadits sejak dulu hingga kini bersama dengan Imam Ahmad, Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasai, dan Ibnu Majah. Bahkan dalam kitab-kitab fiqih dan hadits, hadits-hadits beliau memiliki derajat yang tinggi. Sebagian menyebutnya dengan julukan Amirul Mukminin fil Hadits (Pemimpin kaum mukmin dalam hal Ilmu Hadits). Dalam bidang ini, hampir semua ulama di dunia merujuk kepadanya.
Kepemimpinan Soekarno pada masa revolusi diakui banyak orang di seluruh dunia. Gema itu sampai ke Rusia, salah satu masjid terindah di eropa kala itu, di St Petersburg menjadi saksinya. Masjid yang didominasi warna biru ini bernama masjid Jamul Muslimin, dikenal Indonesia sebagai Blue Mosque atau Masjid Biru. Masjid yang dikenal juga dengan nama Central Mosque masih berdiri gagah hingga kini tak jauh dari sungai Neva dan Benteng Peter & Paul. Masjid bergaya Asia tengah dengan kubah berwarna biru ini, merupakan masjid terbesar di Petersburg, kota terbesar Rusia setelah moskow. Hanya ada 4 masjid di kota itu, hingga kini masjid ini masih digunakan sebagai tempat ibadah. Menilik jauh kebelakang, pada tahun 1950-an, masjid ini dulunay dijadikan gudang oleh pemerintah Rusia, kala itu mash era kepemimpinan komunis. Semua tempat ibadah baik gereja maupun masjid tidak boleh digunakan untuk ibadah. Soekarno diyakini punya andil besar terhadap masjid ini, pengeruh dan kehebatanya dalam berdiplomasi membuat masjid ini difungsikan kembali sebagai tempat ibada kaum Muslim. Kisahnya, pada tahun 1956 Soekarno ditemani putrinya, Megawati melakukan kunjunagn kenegaraan ke Moskow, Rusia. Di tengah lawatan itu, Soekarno ingin singgah ke St. Petersburg, kala itu masih bernama Leningrad. Kota ini terkenal dengan keindahan arsitekturnya, bagaikan Paris dan memiliki sungai Neva yang indah. Saat melintas di jembatan kota Trinity Bridge yang melintasi sungai Neva, pandangan Soekarno tertuju ke sebuah bangunan berkubah biru. Gedung itu memiliki menara yang tinggi, Ia menduga, bahwa bangunan itu adalah masjid. Ia pun meminta kepada tentara Rusia yang mengawalnya agar bisa mampir ke gedung itu. Namun para pengawal yang ditugasi untuk mengawal Soekarno tidak mengijinkanya. Sesampainya di hotel, Soekarno masih penasaran, diam-diam ia kembali menuju gedung berkubah biru yang dibangaun tahun 1900-an itu. Sesampainya di sana, benar ternyata itu adalah masjid tapi sayang, Ia mendapati masjid itu difungsikan sebagai sebuah gudang. Sebagai seorang Muslim, Soekarno prihatin dengan keadaan ini hingga ia meminta jadwal kunjungan lainnya di Leningrad dibatalkan. Saat bertemu pemimpin Rusia dan ditanya kesannya tentang kota Leningrad, Soekarno langsung menyinggung tentang masjid berkubah biru itu. Soekarno meminta dengan halus dan diplomatis agar masjid itu difungsikan kemabali sebagai tempat ibadah. Setibanya di Indonesia, beberapa hari kemudian ada utusan dari Moskow ke Leningrad dan meminta walikota Leningrad untuk membuka kembali masjid sebagai tempat ibadah. “Cerita ini saya dapatkan langsung dari mufti di Petersburg yang pada tahun 1956 menyaksikan kunjungan Soekarno ke masjid itu,” tutur Kapen Sosbud KBRI Rusia, Aji Surya, seperti dilansir di mizan.com. Sejarah Masjid St. Petersburg Masjid Saint Petersburg dibangun tahun 1913 di pusat kota Saint Petersburg yang kala itu masih menjadi ibukota kekaisaran Rusia. Dibangun atas izin dari Tsar Rusia, Nicholas II, pendirian masjid ini dilakukan untuk memperingati 25 tahun kekuasaan Abdul Ahat Khan, Emir Turkistan di Bukhara. Rencana pembangunan masjid sudah digagas oleh komunitas muslim Saint Petersburg sejak tahun 1880. Namun izin pendirian baru keluar di tahun 1906. Lokasinya yang berada tepat di seberang benteng Peter & Paul ditentang oleh banyak pihak, namun penentangan itu mereda setelah Tsar Nicholas II memberikan izin bagi pembelian lahan dan pendirian masjid di lokasi tersebut pada tanggal 3 Juli 1907. Pengumpulan dana untuk pembangunan masjid itu memakan waktu selama 10 tahun hingga terkumpul sebesar 750 ribu rubbels. Beberapa sponsor kaya, Ahun Ataulla Bayazitov menjadi ketua komite pembangunan masid. Sementara pembelian lokasi, berikut biaya pembangunan seluruhnya dibayar oleh Said Abdoul Ahad Amir Buharskiy Emir dari Bokara. Kontes desain arsitektur masjid yang diselenggarakan oleh komite pembangunan masjid dimenangkan oleh arsitek Nikolai Vasilyev, Stepan Krichinskiy dan Alexander von Gogen. Keiganya adalah arsitek non muslim. Peletakan batu pertama dilaksanakan pada tanggal 3 Februari 1910 dihadiri oleh pemerintah, tokoh tokoh agama dan tokoh masyarakat, termasuk Amir Buharskiy, Hrusin Novikov, duta besar Turki dan Persia, Mufti Orenburg Sultanov, pimpinan partai Islam di Gos Duma Tevkelev dan ketua komite pembangunan sekaligus inisiator pembangunan masjid, Ahun Ataulla Bayazitov. Hingga kini, Masjid ini menjadi tempat favorit untuk beribadah bagi umat Muslim di Petersburg. Bahkan, kalau Jumat, masjid ini dipenuh jamaah hingga berdesak-desakan. Masjid ini memiliki lahan parkir yang luas dengantempat wudhu terpisah dengan masjid, berjarak sekitar 10 meter. Bagian dalam masjid ini sangat indah, dengan berbagai ornamen yang menarik.

Read more at http://uniqpost.com/79489/masjid-st-petersburg-saksi-jejak-soekarno-di-rusia/
Kepemimpinan Soekarno pada masa revolusi diakui banyak orang di seluruh dunia. Gema itu sampai ke Rusia, salah satu masjid terindah di eropa kala itu, di St Petersburg menjadi saksinya. Masjid yang didominasi warna biru ini bernama masjid Jamul Muslimin, dikenal Indonesia sebagai Blue Mosque atau Masjid Biru. Masjid yang dikenal juga dengan nama Central Mosque masih berdiri gagah hingga kini tak jauh dari sungai Neva dan Benteng Peter & Paul. Masjid bergaya Asia tengah dengan kubah berwarna biru ini, merupakan masjid terbesar di Petersburg, kota terbesar Rusia setelah moskow. Hanya ada 4 masjid di kota itu, hingga kini masjid ini masih digunakan sebagai tempat ibadah. Menilik jauh kebelakang, pada tahun 1950-an, masjid ini dulunay dijadikan gudang oleh pemerintah Rusia, kala itu mash era kepemimpinan komunis. Semua tempat ibadah baik gereja maupun masjid tidak boleh digunakan untuk ibadah. Soekarno diyakini punya andil besar terhadap masjid ini, pengeruh dan kehebatanya dalam berdiplomasi membuat masjid ini difungsikan kembali sebagai tempat ibada kaum Muslim. Kisahnya, pada tahun 1956 Soekarno ditemani putrinya, Megawati melakukan kunjunagn kenegaraan ke Moskow, Rusia. Di tengah lawatan itu, Soekarno ingin singgah ke St. Petersburg, kala itu masih bernama Leningrad. Kota ini terkenal dengan keindahan arsitekturnya, bagaikan Paris dan memiliki sungai Neva yang indah. Saat melintas di jembatan kota Trinity Bridge yang melintasi sungai Neva, pandangan Soekarno tertuju ke sebuah bangunan berkubah biru. Gedung itu memiliki menara yang tinggi, Ia menduga, bahwa bangunan itu adalah masjid. Ia pun meminta kepada tentara Rusia yang mengawalnya agar bisa mampir ke gedung itu. Namun para pengawal yang ditugasi untuk mengawal Soekarno tidak mengijinkanya. Sesampainya di hotel, Soekarno masih penasaran, diam-diam ia kembali menuju gedung berkubah biru yang dibangaun tahun 1900-an itu. Sesampainya di sana, benar ternyata itu adalah masjid tapi sayang, Ia mendapati masjid itu difungsikan sebagai sebuah gudang. Sebagai seorang Muslim, Soekarno prihatin dengan keadaan ini hingga ia meminta jadwal kunjungan lainnya di Leningrad dibatalkan. Saat bertemu pemimpin Rusia dan ditanya kesannya tentang kota Leningrad, Soekarno langsung menyinggung tentang masjid berkubah biru itu. Soekarno meminta dengan halus dan diplomatis agar masjid itu difungsikan kemabali sebagai tempat ibadah. Setibanya di Indonesia, beberapa hari kemudian ada utusan dari Moskow ke Leningrad dan meminta walikota Leningrad untuk membuka kembali masjid sebagai tempat ibadah. “Cerita ini saya dapatkan langsung dari mufti di Petersburg yang pada tahun 1956 menyaksikan kunjungan Soekarno ke masjid itu,” tutur Kapen Sosbud KBRI Rusia, Aji Surya, seperti dilansir di mizan.com. Sejarah Masjid St. Petersburg Masjid Saint Petersburg dibangun tahun 1913 di pusat kota Saint Petersburg yang kala itu masih menjadi ibukota kekaisaran Rusia. Dibangun atas izin dari Tsar Rusia, Nicholas II, pendirian masjid ini dilakukan untuk memperingati 25 tahun kekuasaan Abdul Ahat Khan, Emir Turkistan di Bukhara. Rencana pembangunan masjid sudah digagas oleh komunitas muslim Saint Petersburg sejak tahun 1880. Namun izin pendirian baru keluar di tahun 1906. Lokasinya yang berada tepat di seberang benteng Peter & Paul ditentang oleh banyak pihak, namun penentangan itu mereda setelah Tsar Nicholas II memberikan izin bagi pembelian lahan dan pendirian masjid di lokasi tersebut pada tanggal 3 Juli 1907. Pengumpulan dana untuk pembangunan masjid itu memakan waktu selama 10 tahun hingga terkumpul sebesar 750 ribu rubbels. Beberapa sponsor kaya, Ahun Ataulla Bayazitov menjadi ketua komite pembangunan masid. Sementara pembelian lokasi, berikut biaya pembangunan seluruhnya dibayar oleh Said Abdoul Ahad Amir Buharskiy Emir dari Bokara. Kontes desain arsitektur masjid yang diselenggarakan oleh komite pembangunan masjid dimenangkan oleh arsitek Nikolai Vasilyev, Stepan Krichinskiy dan Alexander von Gogen. Keiganya adalah arsitek non muslim. Peletakan batu pertama dilaksanakan pada tanggal 3 Februari 1910 dihadiri oleh pemerintah, tokoh tokoh agama dan tokoh masyarakat, termasuk Amir Buharskiy, Hrusin Novikov, duta besar Turki dan Persia, Mufti Orenburg Sultanov, pimpinan partai Islam di Gos Duma Tevkelev dan ketua komite pembangunan sekaligus inisiator pembangunan masjid, Ahun Ataulla Bayazitov. Hingga kini, Masjid ini menjadi tempat favorit untuk beribadah bagi umat Muslim di Petersburg. Bahkan, kalau Jumat, masjid ini dipenuh jamaah hingga berdesak-desakan. Masjid ini memiliki lahan parkir yang luas dengantempat wudhu terpisah dengan masjid, berjarak sekitar 10 meter. Bagian dalam masjid ini sangat indah, dengan berbagai ornamen yang menarik.

Read more at http://uniqpost.com/79489/masjid-st-petersburg-saksi-jejak-soekarno-di-rusia/
Kepemimpinan Soekarno pada masa revolusi diakui banyak orang di seluruh dunia. Gema itu sampai ke Rusia, salah satu masjid terindah di eropa kala itu, di St Petersburg menjadi saksinya. Masjid yang didominasi warna biru ini bernama masjid Jamul Muslimin, dikenal Indonesia sebagai Blue Mosque atau Masjid Biru. Masjid yang dikenal juga dengan nama Central Mosque masih berdiri gagah hingga kini tak jauh dari sungai Neva dan Benteng Peter & Paul. Masjid bergaya Asia tengah dengan kubah berwarna biru ini, merupakan masjid terbesar di Petersburg, kota terbesar Rusia setelah moskow. Hanya ada 4 masjid di kota itu, hingga kini masjid ini masih digunakan sebagai tempat ibadah. Menilik jauh kebelakang, pada tahun 1950-an, masjid ini dulunay dijadikan gudang oleh pemerintah Rusia, kala itu mash era kepemimpinan komunis. Semua tempat ibadah baik gereja maupun masjid tidak boleh digunakan untuk ibadah. Soekarno diyakini punya andil besar terhadap masjid ini, pengeruh dan kehebatanya dalam berdiplomasi membuat masjid ini difungsikan kembali sebagai tempat ibada kaum Muslim. Kisahnya, pada tahun 1956 Soekarno ditemani putrinya, Megawati melakukan kunjunagn kenegaraan ke Moskow, Rusia. Di tengah lawatan itu, Soekarno ingin singgah ke St. Petersburg, kala itu masih bernama Leningrad. Kota ini terkenal dengan keindahan arsitekturnya, bagaikan Paris dan memiliki sungai Neva yang indah. Saat melintas di jembatan kota Trinity Bridge yang melintasi sungai Neva, pandangan Soekarno tertuju ke sebuah bangunan berkubah biru. Gedung itu memiliki menara yang tinggi, Ia menduga, bahwa bangunan itu adalah masjid. Ia pun meminta kepada tentara Rusia yang mengawalnya agar bisa mampir ke gedung itu. Namun para pengawal yang ditugasi untuk mengawal Soekarno tidak mengijinkanya. Sesampainya di hotel, Soekarno masih penasaran, diam-diam ia kembali menuju gedung berkubah biru yang dibangaun tahun 1900-an itu. Sesampainya di sana, benar ternyata itu adalah masjid tapi sayang, Ia mendapati masjid itu difungsikan sebagai sebuah gudang. Sebagai seorang Muslim, Soekarno prihatin dengan keadaan ini hingga ia meminta jadwal kunjungan lainnya di Leningrad dibatalkan. Saat bertemu pemimpin Rusia dan ditanya kesannya tentang kota Leningrad, Soekarno langsung menyinggung tentang masjid berkubah biru itu. Soekarno meminta dengan halus dan diplomatis agar masjid itu difungsikan kemabali sebagai tempat ibadah. Setibanya di Indonesia, beberapa hari kemudian ada utusan dari Moskow ke Leningrad dan meminta walikota Leningrad untuk membuka kembali masjid sebagai tempat ibadah. “Cerita ini saya dapatkan langsung dari mufti di Petersburg yang pada tahun 1956 menyaksikan kunjungan Soekarno ke masjid itu,” tutur Kapen Sosbud KBRI Rusia, Aji Surya, seperti dilansir di mizan.com. Sejarah Masjid St. Petersburg Masjid Saint Petersburg dibangun tahun 1913 di pusat kota Saint Petersburg yang kala itu masih menjadi ibukota kekaisaran Rusia. Dibangun atas izin dari Tsar Rusia, Nicholas II, pendirian masjid ini dilakukan untuk memperingati 25 tahun kekuasaan Abdul Ahat Khan, Emir Turkistan di Bukhara. Rencana pembangunan masjid sudah digagas oleh komunitas muslim Saint Petersburg sejak tahun 1880. Namun izin pendirian baru keluar di tahun 1906. Lokasinya yang berada tepat di seberang benteng Peter & Paul ditentang oleh banyak pihak, namun penentangan itu mereda setelah Tsar Nicholas II memberikan izin bagi pembelian lahan dan pendirian masjid di lokasi tersebut pada tanggal 3 Juli 1907. Pengumpulan dana untuk pembangunan masjid itu memakan waktu selama 10 tahun hingga terkumpul sebesar 750 ribu rubbels. Beberapa sponsor kaya, Ahun Ataulla Bayazitov menjadi ketua komite pembangunan masid. Sementara pembelian lokasi, berikut biaya pembangunan seluruhnya dibayar oleh Said Abdoul Ahad Amir Buharskiy Emir dari Bokara. Kontes desain arsitektur masjid yang diselenggarakan oleh komite pembangunan masjid dimenangkan oleh arsitek Nikolai Vasilyev, Stepan Krichinskiy dan Alexander von Gogen. Keiganya adalah arsitek non muslim. Peletakan batu pertama dilaksanakan pada tanggal 3 Februari 1910 dihadiri oleh pemerintah, tokoh tokoh agama dan tokoh masyarakat, termasuk Amir Buharskiy, Hrusin Novikov, duta besar Turki dan Persia, Mufti Orenburg Sultanov, pimpinan partai Islam di Gos Duma Tevkelev dan ketua komite pembangunan sekaligus inisiator pembangunan masjid, Ahun Ataulla Bayazitov. Hingga kini, Masjid ini menjadi tempat favorit untuk beribadah bagi umat Muslim di Petersburg. Bahkan, kalau Jumat, masjid ini dipenuh jamaah hingga berdesak-desakan. Masjid ini memiliki lahan parkir yang luas dengantempat wudhu terpisah dengan masjid, berjarak sekitar 10 meter. Bagian dalam masjid ini sangat indah, dengan berbagai ornamen yang menarik.

Read more at http://uniqpost.com/79489/masjid-st-petersburg-saksi-jejak-soekarno-di-rusia/
Kepemimpinan Soekarno pada masa revolusi diakui banyak orang di seluruh dunia. Gema itu sampai ke Rusia, salah satu masjid terindah di eropa kala itu, di St Petersburg menjadi saksinya. Masjid yang didominasi warna biru ini bernama masjid Jamul Muslimin, dikenal Indonesia sebagai Blue Mosque atau Masjid Biru. Masjid yang dikenal juga dengan nama Central Mosque masih berdiri gagah hingga kini tak jauh dari sungai Neva dan Benteng Peter & Paul. Masjid bergaya Asia tengah dengan kubah berwarna biru ini, merupakan masjid terbesar di Petersburg, kota terbesar Rusia setelah moskow. Hanya ada 4 masjid di kota itu, hingga kini masjid ini masih digunakan sebagai tempat ibadah. Menilik jauh kebelakang, pada tahun 1950-an, masjid ini dulunay dijadikan gudang oleh pemerintah Rusia, kala itu mash era kepemimpinan komunis. Semua tempat ibadah baik gereja maupun masjid tidak boleh digunakan untuk ibadah. Soekarno diyakini punya andil besar terhadap masjid ini, pengeruh dan kehebatanya dalam berdiplomasi membuat masjid ini difungsikan kembali sebagai tempat ibada kaum Muslim. Kisahnya, pada tahun 1956 Soekarno ditemani putrinya, Megawati melakukan kunjunagn kenegaraan ke Moskow, Rusia. Di tengah lawatan itu, Soekarno ingin singgah ke St. Petersburg, kala itu masih bernama Leningrad. Kota ini terkenal dengan keindahan arsitekturnya, bagaikan Paris dan memiliki sungai Neva yang indah. Saat melintas di jembatan kota Trinity Bridge yang melintasi sungai Neva, pandangan Soekarno tertuju ke sebuah bangunan berkubah biru. Gedung itu memiliki menara yang tinggi, Ia menduga, bahwa bangunan itu adalah masjid. Ia pun meminta kepada tentara Rusia yang mengawalnya agar bisa mampir ke gedung itu. Namun para pengawal yang ditugasi untuk mengawal Soekarno tidak mengijinkanya. Sesampainya di hotel, Soekarno masih penasaran, diam-diam ia kembali menuju gedung berkubah biru yang dibangaun tahun 1900-an itu. Sesampainya di sana, benar ternyata itu adalah masjid tapi sayang, Ia mendapati masjid itu difungsikan sebagai sebuah gudang. Sebagai seorang Muslim, Soekarno prihatin dengan keadaan ini hingga ia meminta jadwal kunjungan lainnya di Leningrad dibatalkan. Saat bertemu pemimpin Rusia dan ditanya kesannya tentang kota Leningrad, Soekarno langsung menyinggung tentang masjid berkubah biru itu. Soekarno meminta dengan halus dan diplomatis agar masjid itu difungsikan kemabali sebagai tempat ibadah. Setibanya di Indonesia, beberapa hari kemudian ada utusan dari Moskow ke Leningrad dan meminta walikota Leningrad untuk membuka kembali masjid sebagai tempat ibadah. “Cerita ini saya dapatkan langsung dari mufti di Petersburg yang pada tahun 1956 menyaksikan kunjungan Soekarno ke masjid itu,” tutur Kapen Sosbud KBRI Rusia, Aji Surya, seperti dilansir di mizan.com. Sejarah Masjid St. Petersburg Masjid Saint Petersburg dibangun tahun 1913 di pusat kota Saint Petersburg yang kala itu masih menjadi ibukota kekaisaran Rusia. Dibangun atas izin dari Tsar Rusia, Nicholas II, pendirian masjid ini dilakukan untuk memperingati 25 tahun kekuasaan Abdul Ahat Khan, Emir Turkistan di Bukhara. Rencana pembangunan masjid sudah digagas oleh komunitas muslim Saint Petersburg sejak tahun 1880. Namun izin pendirian baru keluar di tahun 1906. Lokasinya yang berada tepat di seberang benteng Peter & Paul ditentang oleh banyak pihak, namun penentangan itu mereda setelah Tsar Nicholas II memberikan izin bagi pembelian lahan dan pendirian masjid di lokasi tersebut pada tanggal 3 Juli 1907. Pengumpulan dana untuk pembangunan masjid itu memakan waktu selama 10 tahun hingga terkumpul sebesar 750 ribu rubbels. Beberapa sponsor kaya, Ahun Ataulla Bayazitov menjadi ketua komite pembangunan masid. Sementara pembelian lokasi, berikut biaya pembangunan seluruhnya dibayar oleh Said Abdoul Ahad Amir Buharskiy Emir dari Bokara. Kontes desain arsitektur masjid yang diselenggarakan oleh komite pembangunan masjid dimenangkan oleh arsitek Nikolai Vasilyev, Stepan Krichinskiy dan Alexander von Gogen. Keiganya adalah arsitek non muslim. Peletakan batu pertama dilaksanakan pada tanggal 3 Februari 1910 dihadiri oleh pemerintah, tokoh tokoh agama dan tokoh masyarakat, termasuk Amir Buharskiy, Hrusin Novikov, duta besar Turki dan Persia, Mufti Orenburg Sultanov, pimpinan partai Islam di Gos Duma Tevkelev dan ketua komite pembangunan sekaligus inisiator pembangunan masjid, Ahun Ataulla Bayazitov. Hingga kini, Masjid ini menjadi tempat favorit untuk beribadah bagi umat Muslim di Petersburg. Bahkan, kalau Jumat, masjid ini dipenuh jamaah hingga berdesak-desakan. Masjid ini memiliki lahan parkir yang luas dengantempat wudhu terpisah dengan masjid, berjarak sekitar 10 meter. Bagian dalam masjid ini sangat indah, dengan berbagai ornamen yang menarik. masjid biru 1 Masjid St Petersburg Saksi Jejak Soekarno di Rusia masjid biru 2 Masjid St Petersburg Saksi Jejak Soekarno di Rusia masjid biru 3 Masjid St Petersburg Saksi Jejak Soekarno di Rusia masjid biru 5 640x480 Masjid St Petersburg Saksi Jejak Soekarno di Rusia masjid biru 6 640x853 Masjid St Petersburg Saksi Jejak Soekarno di Rusia Baca juga:

Read more at http://uniqpost.com/79489/masjid-st-petersburg-saksi-jejak-soekarno-di-rusia/
Kepemimpinan Soekarno pada masa revolusi diakui banyak orang di seluruh dunia. Gema itu sampai ke Rusia, salah satu masjid terindah di eropa kala itu, di St Petersburg menjadi saksinya. Masjid yang didominasi warna biru ini bernama masjid Jamul Muslimin, dikenal Indonesia sebagai Blue Mosque atau Masjid Biru. Masjid yang dikenal juga dengan nama Central Mosque masih berdiri gagah hingga kini tak jauh dari sungai Neva dan Benteng Peter & Paul. Masjid bergaya Asia tengah dengan kubah berwarna biru ini, merupakan masjid terbesar di Petersburg, kota terbesar Rusia setelah moskow. Hanya ada 4 masjid di kota itu, hingga kini masjid ini masih digunakan sebagai tempat ibadah. Menilik jauh kebelakang, pada tahun 1950-an, masjid ini dulunay dijadikan gudang oleh pemerintah Rusia, kala itu mash era kepemimpinan komunis. Semua tempat ibadah baik gereja maupun masjid tidak boleh digunakan untuk ibadah. Soekarno diyakini punya andil besar terhadap masjid ini, pengeruh dan kehebatanya dalam berdiplomasi membuat masjid ini difungsikan kembali sebagai tempat ibada kaum Muslim. Kisahnya, pada tahun 1956 Soekarno ditemani putrinya, Megawati melakukan kunjunagn kenegaraan ke Moskow, Rusia. Di tengah lawatan itu, Soekarno ingin singgah ke St. Petersburg, kala itu masih bernama Leningrad. Kota ini terkenal dengan keindahan arsitekturnya, bagaikan Paris dan memiliki sungai Neva yang indah. Saat melintas di jembatan kota Trinity Bridge yang melintasi sungai Neva, pandangan Soekarno tertuju ke sebuah bangunan berkubah biru. Gedung itu memiliki menara yang tinggi, Ia menduga, bahwa bangunan itu adalah masjid. Ia pun meminta kepada tentara Rusia yang mengawalnya agar bisa mampir ke gedung itu. Namun para pengawal yang ditugasi untuk mengawal Soekarno tidak mengijinkanya. Sesampainya di hotel, Soekarno masih penasaran, diam-diam ia kembali menuju gedung berkubah biru yang dibangaun tahun 1900-an itu. Sesampainya di sana, benar ternyata itu adalah masjid tapi sayang, Ia mendapati masjid itu difungsikan sebagai sebuah gudang. Sebagai seorang Muslim, Soekarno prihatin dengan keadaan ini hingga ia meminta jadwal kunjungan lainnya di Leningrad dibatalkan. Saat bertemu pemimpin Rusia dan ditanya kesannya tentang kota Leningrad, Soekarno langsung menyinggung tentang masjid berkubah biru itu. Soekarno meminta dengan halus dan diplomatis agar masjid itu difungsikan kemabali sebagai tempat ibadah. Setibanya di Indonesia, beberapa hari kemudian ada utusan dari Moskow ke Leningrad dan meminta walikota Leningrad untuk membuka kembali masjid sebagai tempat ibadah. “Cerita ini saya dapatkan langsung dari mufti di Petersburg yang pada tahun 1956 menyaksikan kunjungan Soekarno ke masjid itu,” tutur Kapen Sosbud KBRI Rusia, Aji Surya, seperti dilansir di mizan.com. Sejarah Masjid St. Petersburg Masjid Saint Petersburg dibangun tahun 1913 di pusat kota Saint Petersburg yang kala itu masih menjadi ibukota kekaisaran Rusia. Dibangun atas izin dari Tsar Rusia, Nicholas II, pendirian masjid ini dilakukan untuk memperingati 25 tahun kekuasaan Abdul Ahat Khan, Emir Turkistan di Bukhara. Rencana pembangunan masjid sudah digagas oleh komunitas muslim Saint Petersburg sejak tahun 1880. Namun izin pendirian baru keluar di tahun 1906. Lokasinya yang berada tepat di seberang benteng Peter & Paul ditentang oleh banyak pihak, namun penentangan itu mereda setelah Tsar Nicholas II memberikan izin bagi pembelian lahan dan pendirian masjid di lokasi tersebut pada tanggal 3 Juli 1907. Pengumpulan dana untuk pembangunan masjid itu memakan waktu selama 10 tahun hingga terkumpul sebesar 750 ribu rubbels. Beberapa sponsor kaya, Ahun Ataulla Bayazitov menjadi ketua komite pembangunan masid. Sementara pembelian lokasi, berikut biaya pembangunan seluruhnya dibayar oleh Said Abdoul Ahad Amir Buharskiy Emir dari Bokara. Kontes desain arsitektur masjid yang diselenggarakan oleh komite pembangunan masjid dimenangkan oleh arsitek Nikolai Vasilyev, Stepan Krichinskiy dan Alexander von Gogen. Keiganya adalah arsitek non muslim. Peletakan batu pertama dilaksanakan pada tanggal 3 Februari 1910 dihadiri oleh pemerintah, tokoh tokoh agama dan tokoh masyarakat, termasuk Amir Buharskiy, Hrusin Novikov, duta besar Turki dan Persia, Mufti Orenburg Sultanov, pimpinan partai Islam di Gos Duma Tevkelev dan ketua komite pembangunan sekaligus inisiator pembangunan masjid, Ahun Ataulla Bayazitov. Hingga kini, Masjid ini menjadi tempat favorit untuk beribadah bagi umat Muslim di Petersburg. Bahkan, kalau Jumat, masjid ini dipenuh jamaah hingga berdesak-desakan. Masjid ini memiliki lahan parkir yang luas dengantempat wudhu terpisah dengan masjid, berjarak sekitar 10 meter. Bagian dalam masjid ini sangat indah, dengan berbagai ornamen yang menarik. masjid biru 1 Masjid St Petersburg Saksi Jejak Soekarno di Rusia masjid biru 2 Masjid St Petersburg Saksi Jejak Soekarno di Rusia masjid biru 3 Masjid St Petersburg Saksi Jejak Soekarno di Rusia masjid biru 5 640x480 Masjid St Petersburg Saksi Jejak Soekarno di Rusia masjid biru 6 640x853 Masjid St Petersburg Saksi Jejak Soekarno di Rusia Baca juga:

Read more at http://uniqpost.com/79489/masjid-st-petersburg-saksi-jejak-soekarno-di-rusia/

Pesawat N-250 gatotkaca

Pesawat N-250 adalah pesawat penumpang sipil (airliner) regional komuter turboprop rancangan asli IPTN (Sekarang PT Dirgantara Indonesia,PT DI, Indonesian Aerospace), Indonesia. Menggunakan kode N yang berarti Nusantara menunjukkan bahwa desain, produksi dan perhitungannya dikerjakan di Indonesia atau bahkan Nurtanio, yang merupakan pendiri dan perintis industri penerbangan di Indonesia. Berbeda dengan pesawat sebelumnya seperti CN-235 dimana kode CN menunjukkan CASA-Nusantara atau CASA-Nurtanio, yang berarti pesawat itu dikerjakan secara patungan antara perusahaan CASA Spanyol dengan IPTN.
Pesawat ini merupakan primadona IPTN dalam usaha merebut pasar di kelas 50-70 penumpang dengan keunggulan yang dimiliki di kelasnya (saat diluncurkan pada tahun 1995). Menjadi bintang pameran pada saat Indonesian Air Show 1996 di Cengkareng. Namun akhirnya pesawat ini dihentikan produksinya setelah krisis ekonomi 1997. Rencananya program N-250 akan dibangun kembali oleh B.J. Habibie setelah mendapatkan persetujuan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan perubahan di Indonesia yang dianggap demokratis. Namun untuk mengurangi biaya produksi dan meningkatkan daya saing harga di pasar internasional, beberapa performa yang dimilikinya dikurangi seperti penurunan kapasitas mesin, dan direncanakan dihilangkannya Sistem fly-by wire.
Pertimbangan B.J. Habibie untuk memproduksi pesawat itu (sekalipun sekarang dia bukan direktur IPTN) adalah diantaranya karena salah satu pesawat saingannya Fokker F-50 sudah tidak diproduksi lagi sejak keluaran perdananya 1985, karena perusahaan industrinya, Fokker Aviation di Belanda dinyatakan gulung tikar pada tahun 1996.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/a/ac/250_3v.gif/220px-250_3v.gif

Performa Pesawat

Pesawat ini menggunakan mesin turboprop 2439 KW dari Allison AE 2100 C buatan perusahaan Allison. Pesawat berbaling baling 6 bilah ini mampu terbang dengan kecepatan maksimal 610 km/jam (330 mil/jam) dan kecepatan ekonomis 555 km/jam yang merupakan kecepatan tertinggi di kelas turprop 50 penumpang. Ketinggian operasi 25.000 kaki (7620 meter) dengan daya jelajah 1480 km. (Pada pesawat baru, kapasitas mesin akan diturunkan yang akan menurunkan performa).

Berat dan Dimensi

  • Rentang Sayap : 28 meter
  • Panjang badan pesawat : 26,30 meter
  • Tinggi : 8,37 meter
  • Berat kosong : 13.665 kg
  • Berat maksimum saat take-off (lepas landas) : 22.000 kg

 

Pesawat Tanpa Awak Bikinan Indonesia





pesawat nirawak Lapan Surveillance UAV (LSU) 02 (photo: Lapan.go.id)
pesawat nirawak Lapan Surveillance UAV (LSU) 02 (photo: Lapan.go.id)
Lembaga Penerbangan Dan Antariksa Nasional /LAPAN akhirnya berhasil menerbangkan  pesawat tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) LSU 02 sejauh 200 kilometer dengan waktu tempuh dua jam, pergi dan pulang ke lapangan udara Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat.  UAV dengan bahan bakar Pertamax Plus (RON 95) ini terbang secara autonomous dan berhasil kembali mendarat dengan mulus di lapangan udara Pameungpek, Garut.
“UAV ini bisa terbang sangat jauh hingga 5 jam. Lima liter pakai Pertamax Plus oktan 95. Kalau terbang 1 jam 0,9 liter,” ucap Kepala Bidang Avionic LAPAN Ari Sugeng di acara Harteknas di Aula BPPT Jakarta.
LSU 02 berbobot 15 kg, dilengkapi 2 kamera foto dan kamera video. Pesawat ini mampu terbang dengan ketinggian 3000 meter. Lapan kini sedang menyiapkan generasi baru UAV  yang mampu terbang  hingga ketinggian 7200 meter, dengan payload dan endurance yang lebih besar.  Dalam artian, Lapan terus meningkatkan  jangkauan terbang (long distance), kemampuan terbang (long endurance), kemampuan terbang secara automatis (autonomous flying), dan kemampuan take off dan landing.
Spesifikasi LSU 02:
Panjang badan ± 200 cm
Panjang bentangan sayap (wing span) 250 cm
Engine 10 hp/ 3,5 ltr
Endurance 5 jam
Jarak jangkau maksimum 450 km
Komunikasi telementri 900 MHZ dengan daya 1 watt
Dilengkapi dengan system otomatis (autonomous flying system)
Kapasitas muatan 3 kg
Pengalaman Operasi:
Nusawiru (1 st flight test)
Rumpin ( 4 th flight test)
Oktober 2012 uji coba terbang Laut Ambalat Sulawesi Utara
Februari 2013 Test Flight endurance Pameungpeuk
Uji coba terbang di Situbondo, Jawa Timur, pada 2013
UAV Sriti BPPT (photo: BPPT)
UAV Sriti BPPT (photo: BPPT)
Peluncuran UAV Sriti BPPT (photo by BPPT)
Peluncuran UAV Sriti BPPT (photo by BPPT)
PT LEN ikut bergabung meningkatkan kualitas UAV (photo by PT LEN)
PT LEN ikut bergabung meningkatkan kualitas UAV (photo by PT LEN)
UAV Sriti BPPT
Selain UAV LSU 02 Lapan, Indonesia juga mengembangkan UAV Sriti buatan BPPT. UAV Sriti telah unjuk kebolehan dihadapan para siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat  /SESKOAD di Subang-Jawa Barat 2 Mei 2013. Sebelum dibawa ke siswa Seskoad, UAV Sriti melakukan uji coba menggunakan engine baru, tanggal 25 April 2013 di Batujajar-Jawa Barat. Pengujian ini untuk mengetahui kehandalan sistim propulsi dan kesesuaian mencapai terbang mandiri. Dalam rangkaian pengujian tersebut juga dilakukan uji kehandalan sistem transmisi data dari  UAV ke Ground Control Station (GCS). Operasi terbang Sriti terpantau dari hasil pengiriman dokumentasi data parameter terbang,  foto dan  video yang secara real time dikirim Ground Contro.
UAV Sriti dioperasikan untuk pengintaian terbang berdurasi 2 jam dengan jangkauan radius 75 km. Kelebihan Sriti adalah, tidak memerlukan landasan untuk take off dan hanya menggunakan peluncur serta dapat mendarat menggunakan jaring. UAV Sriti dioperasikan oleh  satu regu prajurit (10 orang) untuk memasang, menarik peluncur, monitoring GCS, bongkar pasang jaring dan pilot. Sistem ini cocok dipakai TNI AD dan dapat dimobilisasi dengan mudah ke berbagai tempat.
Meski UAV Sriti masih dalam skala riset, SESKOAD berkeyakinan dimasa mendatang TNI AD membutuhkan banyak UAV model Sriti untuk melakukan pengawasan teritorial di wilayah perbatasan bahkan akan ditempatkan disetiap KOREM. UAV  Sriti juga dipersiapkan untuk misi pemantauan (surveilance & recoqnition) pergerakan penyerangan dan pertahanan pasukan militer.
UAV Wulung
Selain memiliki Sriti, BPPT juga mengembangkan UAV Wulung dengan ukuran yang lebih besar dari Sriti dan membutuhkan landasan untuk take off. Kontrak produksi UAV Wulung dengan BPPT telah dilakukan  tanggal 29 April 2013. BPPT menyatakan kesiapannya untuk memproduksi pesawat tanpa awak tersebut bekerjasama dengan PT Dirgantara Indonesia (DI) sebagai pelaksana produksi. PT LEN ikut bekerjasama dalam mengembangkan UAV yang lebih modern.
Puna Wulung memiliki spesifikasi berat kosong maksimal 60 kg, berat muatan 25 kg, kecepatan jelajah 55 knot, bentang sayap 6,34 meter, ketahanan terbang empat jam dan ketinggian terbang 12.000 kaki di atas permukaan tanah. Pesawat tersebut dilengkapi kamera pengintai yang dihubungkan dengan pusat pengendali di darat.
Saat ini tim UAV Wulung terus mengembangkan pesawat tersebut. ’’Pesawat ini sekarang masih memiliki kemampuan 3,5 gravitasi. Kami sedang kembangkan agar memiliki kemampuan 7 gravitasi sehingga mampu menahan beban ratusan kilogram,’’ ujar Kepala Program UAV BPPT, Joko Purnomo. UAV Wulung masih ada di level dua. Umumnya, pesawat militer tak berawak milik negara maju telah berada di level tiga. Level tertinggi atau level empat yang mampu dicapai saat ini adalah kemampuan jelajah di atas 70 ribu kaki.
Wulung akan memenuhi kebutuhan skuadron Supadio TNI AU, Pontianak. Dengan adanya UAV, fungsi pengawasan oleh kapal dan pesawat berawak TNI AU bisa lebih efisien. UAV bisa menggantikan biaya tinggi akibat pengawasan di wilayah perbatasan.
Selain untuk keperluan militer, UAV Indonesia juga digunakan untuk pengawasan transportasi, SAR, penelitian atmosfer, pengawasan kebencanaan, kargo operasi hujan buatan, penyebaran benih, pengamatan vegetasi daerah kritis yang sulit, pengambilan gambar film dan lain sebagainya.
UAV Wulung BPPT (photo: Viva.co.id)
UAV Wulung BPPT (photo: Viva.co.id)
wulung
Kilas Balik UAV Wulung
Pengembangan UAV Wulung tidak bisa dilepaskan dari sosok Prof Said Djauharsyah Jenie yang tahun 1998 mulai merekayasa teknologinya. Proyek ini sempat terhenti namun tahun 2004 pengembangan UAV dilakukan lagi. Selama dua tahun, Said dan timnya fokus mengembangkan struktur ringan. Sejumlah uji coba dilakukan namun berakhir dengan kegagalan. Setelah ditelusuri, penyebabnya adalah bobot pesawat yang terlalu berat. Setidaknya ada dua prototipe pesawat yang gagal diuji coba meski berkali-kali dilakukan penyesuaian.
Rupanya para ilmuwan pengembang UAV yang berlatar belakang ilmuwan PT DI menyamakan struktur pesawat tersebut dengan pesawat komersial. Tidak heran beratnya berlebih dan gagal diterbangkan. Mereka pun kembali berkutat di bengkel pembuatan pesawat dan berhasil menciptakan prototipe ketiga yang mampu terbang.
Meninggalnya Prof Said pada 2007 membuat tim UAV terguncang. Mereka sempat menjadi anak ayam yang kehilangan induknya. Apalagi, kala itu dukungan pemerintah terhadap pengembangan UAV masih belum 100 persen. Mereka harus mengembangkan pesawat dengan kemampuan finansial yang terbatas. Rancangan UAV terus disempurnakan hingga akhirnya menarik perhatian Balitbang TNI yang ikut serta dalam pengembangannya. (JKGR).

Tank Leopard Pilihan Tepat Untuk Memperkuat TNI

Jakarta, 30 Maret 2014 - Pemerintah terus mengupayakan peningkatan kekuatan Alutsista TNI untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memodernisasi Alutsista TNI. Dalam rangka modernisasi Alutsista TNI khususnya TNI Angkatan Darat, pada tahun 2012 pemerintah dan DPR telah sepakat untuk membeli Main Battle Tank (MBT) Leopard produksi Jerman.


Proses pembelian MBT Leopard telah melalui proses yang cukup panjang dengan pendekatan proses bottom up dan top down. Proses bottom up dimulai dengan kajian oleh pengguna yaitu satuan-satuan Kavaleri TNI Angkatan Darat. Kajian tersebut meliputi analisis penggunaan MBT ditinjau dari aspek teknis, taktis dan operasional.
Dari aspek teknis, MBT Leopard memiliki keunggulan dalam desain teknologi yakni besaran kaliber meriam sebesar 120 milimeter, jarak capai, kemampuan penetrasi dan penghancurannya, stabilizer system, serta dan armor protection. MBT Leopard juga memiliki keunggulan yang sangat menentukan yaitu, kemampuan firing control system dan automatic target tracking system yang sangat akurat, serta auto ammo loader guna mempercepat daya tembaknya, thermal imaging sight, laser range finder, dan balistik komputer.
Dari aspek taktis, MBT Leopard telah memenuhi Ketentuan Standar Umum (KSU) Materiil TNI AD dihadapkan dengan fungsi Satuan Kavaleri sebagai unsur penggempur. Jika dilihat dari taktik pertempuran darat, tank Leopard adalah tank yang terunggul di kelasnya. Keunggulan MBT Leopard adalah pada kemampuan daya gerak, tembak, daya kejut dan daya hancurnya. Secara taktis, MBT Leopard dapat digunakan di daerah perkotaan maupun di perbukitan atau di daerah setengah tertutup. Meskipun beratnya mencapai 60 Ton, namun tekanan gandar yang ditumpukan ke permukaan hanya sekitar 8 kg/cm2. Hal ini dimungkinkan karena permukaan tumpu relatif luas.
Selain itu, Tank ini juga tidak selalu mengandalkan jembatan yang ada, karena setiap kompi dilengkapi dengan jembatan taktis yang bersifat portabel, yang dapat digelar saat Tank harus melewati sungai kecil yang tidak ada jembatan, atau kapasitas jembatannya tidak mampu menopang berat Tank (misalnya jembatan dengan konstruksi bambu/kayu)

Dari aspek operasional, antara lain MBT Leopard memiliki kemampuan mobilitas untuk melintasi medan dengan kecepatan maksimal 70 km/jam. Adanya ketersediaan dukungan logistik misalnya amunisi tidak ada masalah karena akan ada dukungan Transfer of Technologi (TOT) pembuatan munisi kal.120 mm antara Rhienmetal dengan PT. Pindad, disamping itu adanya munisi tipe baru yang dimiliki MBT Leopard yaitu DM-11(Dynamic Magnetic). Untuk suku cadang juga tersedia sampai dengan 20 tahun kedepan, dan ada jaminan sesuai dengan program TOT bersama PT. Pindad.
Selain tiga aspek diatas, aspek geografi Indonesia juga menjadi pertimbangan untuk menentukan pemilihan MBT Leopard yang beratnya 63 ton. Tank Leopard dapat bergerak dan bermanuver dengan leluasa di wilayah Indonesia dan untuk melewati jalan serta jembatan tidak menimbulkan kerusakan. Penempatan MBT di Indonesia tidak ada masalah, sebagai contoh negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, Laos, dan lain-lain yang memiliki geografi relatif sama dengan Indonesia telah memiliki MBT.
Selain itu, aspek TOT juga menjadi pertimbangan dalam pembelian MBT Leopard. Rheimetal Jerman memberikan dukungan sepenuhnya berupa transfer teknologi baik berupa pemeliharaan, operasional dan pengadaan amunisinya bersama PT Pindad, Bandung. Transfer teknologi merupakan salah satu persyaratan pembelian Alutsista dari luar negeri untuk mewujudkan kemandirian industri pertahanan dalam negeri.
Sementara itu dalam proses top down, pengadaan MBT Leopard dilakukan melalui kajian dari aspek geopolitik, geostrategi, diplomasi dan kerja sama militer. Dalam aspek geopolitik dan geostrategi, Kementerian Pertahanan melakukan analisis keseimbangan kekuatan di kawasan, yang memperhitungkan empat komponen kuatan yaitu diplomasi, informasi, militer, ekonomi.
Ditinjau dari aspek akuntabilitas, Kementerian Pertahanan juga membentuk Tim Evaluasi Pengadaan yang bertugas mengevaluasi proses pengadaan suatu barang yang akan dibeli. Dalam tugasnya, Tim Evaluasi Pengadaan mengevaluasi apakah suatu proses pengadaan telah mematuhi peraturan yang berlaku. Selain itu, Tim ini juga bertugas memberikan pertimbangan-pertimbangan strategis kepada Menteri Pertahanan.
Setelah semua proses pengadaan selesai, tidak serta merta pembelian dapat dilakukan. Meskipun kontrak telah ditandatangani, namun tidak akan efektif sebelum mendapat persetujuan dari DPR. Artinya pengawasan itu berlapis, internal pemerintah, antar kementerian, dan pengawasan DPR.
Setiap pengadaan Alutsista juga diawasi oleh High Level Committee (HLC) yang dipimpin oleh Wamenhan. HLC bertugas untuk mengendalikan dan mengawasi mulai dari perencanaan pembiayaan sampai dengan kegiatan pengadaan Alutsista. Selain itu, dibentuk pula Tim Konsultasi Pencegahan Penyimpangan Pengadaan Barang dan Jasa yang terdiri dari Itjen Kemhan, Itjen Mabes TNI, Itjen Mabes Angkatan, BPKP dan LKPP.
Dengan demikian, pengadaan MBT Leopard sudah melalui proses yang panjang dan sangat ketat, sehingga kecil kemungkinan terjadinya penyelewengan dan kebocoran anggaran. Selain itu, pengadaan Alutsista TNI, termasuk MBT Leopard dilakukan tanpa perantara. Saat ini, pengadaan Alutsista TNI menggunakan model G to G atau G to B tidak melibatkan broker atau pihak ketiga. Kementerian Pertahanan juga telah mempersilakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memantau proses pengadaan MBT Leopard.

Modernisasi TNI dan Kekhawatiran Perlombaan Senjata

Indonesia berencana membeli lebih dari selusin jet temput Sukhoi buatan Rusia serta kapal patroli, rudal dan tank sebagai bagian dari rencana modernisasi militer selama lima tahun senilai 15 milyar dollar.
Indonesia sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, telah meningkatkan anggaran pertahanannya sejak 2010 untuk meningkatkan kapasitas militer dalam melindungi jalur pelayaran, pelabuhan dan perbatasan maritim.
Kebijakan itu juga didorong kecemasan bahwa Indonesia telah ketinggalan dari Cina, Singapura, Vietnam, Thailand dan negara-negara Asia lainnya yang telah meningkatkan pengeluaran bidang pertahanan.
Picu perlombaan senjata?
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, Indonesia ingin membeli satu skuadron penuh jet tempur Sukhoi serta kapal patroli.
Purnomo mengingatkan para anggota delegasi dalam sebuah konferensi militer bahwa peningkatan tajam dalam anggaran militer dan memperkuat kemampuan dalam bidang pertahanan di kawasan akan menebarkan bibit ketidakpercayaan dan menjadi bahan bakar rivalitas.
“Jika ini tidak disertai dengan transparansi yang bisa meningkatkan kepercayaan dan keyakinan, itu akan beresiko memunculkan sebuah perlombaan senjata yang akan berdampak negatif bagi perdamaian dan stabilitas,“ kata dia.
Modernisasi militer
Seorang pejabat militer lainnya mengatakan bahwa Indonesia berencana membeli sebanyak 16 jet tempur Sukhoi, 17 kapal patroli, tiga kapal perang kecil dan sejumlah tank dan rudal yang tidak disebutkan jumlahnya.
Militer Indonesia juga berencana meng-upgrade squadron jet tempur F-16 buatan Amerika yang mereka miliki. Saat ini 10 jet Sukhoi telah dimiliki oleh Tentara Nasional Indonesia.
Oktober lalu, Menteri Pertahanan mengungkapkan pembelian 130 tank Leopard 2 dari Rheinmetall AG Jerman, senilai total 280 juta dollar Amerika.
Indonesia, negara kepulauan yang banyak memiliki jalur utama laut dan memiliki teritori 54.700 km dari garis pantai, juga telah memesan tiga kapal selam buatan Korea Selatan untuk memperbanyak armada kapal selamnya menjadi lima buah.
Belanja militer Indonesia selama tahun 2012 tercatat Rp 72,5 trilyun. Angka membengkak 30 persen dari tahun sebelumnya dan pada tahun 2013 ini akan kembali naik menjadi Rp 77,7 trilyun.